Assalamu’alaikum wr.wb.
Nama saya Radhitya Nugroho bisa disebut Radhit, Nugro, Tya atau terserah kalian. Pada artikel saya ini, saya akan membahas tentang Hal-hal yang harus untuk mengubah bangsa Indonesia.
Masalah Pendidikan di Indonesia dan Solusinya
Hingga saat ini masalah pendidikan masih menjadi perhatian khusus oleh pemerintah. Pasalnya Indeks Pembangunan Pendidikan Untuk Semua atau education for all (EFA) di Indonesia menurun tiap tahunnya. Tahun 2011 Indonesia berada diperingkat 69 dari 127 negara dan merosot dibandingkan tahun 2010 yang berada pada posisi 65. Indeks yang dikeluarkan pada tahun 2011 oleh UNESCO ini lebih rendah dibandingkan Brunei Darussalam (34), serta terpaut empat peringkat dari Malaysia (65).
Kualitas Guru
Salah satu penyebab rendahnya indeks pembangunan pendidikan di Indonesia adalah tingginya jumlah anak putus sekolah. Sedikitnya setengah juta anak usia sekolah dasar (SD) dan 200 ribu anak usia sekolah menengah pertama (SMP) tidak dapat melanjutkan pendidikan. Data pendidikan tahun 2010 juga menyebutkan 1,3 juta anak usia 7-15 tahun terancam putus sekolah. Bahkan laporan Departeman Pendidikan dan Kebudayaan menunjukan bahwa setiap menit ada empat anak yang putus sekolah.
Menurut Staf Ahli Kemendikbud Prof. Dr. Kacung Marijan, Indonesia mengalami masalah pendidikan yang komplek. Selain angka putus sekolah, pendidikan di Indonesia juga menghadapi berbagai masalah lain, mulai dari buruknya infrastruktur hingga kurangnya mutu guru. Masalah utama pendidikan di Indonesia adalah kualitas guru yang masih rendah, kualitas kurikulum yang belum standar, dan kualitas infrastruktur yang belum memadai.
Salah satu penyebab rendahnya indeks pembangunan pendidikan di Indonesia adalah tingginya jumlah anak putus sekolah. Sedikitnya setengah juta anak usia sekolah dasar (SD) dan 200 ribu anak usia sekolah menengah pertama (SMP) tidak dapat melanjutkan pendidikan. Data pendidikan tahun 2010 juga menyebutkan 1,3 juta anak usia 7-15 tahun terancam putus sekolah. Bahkan laporan Departeman Pendidikan dan Kebudayaan menunjukan bahwa setiap menit ada empat anak yang putus sekolah.
Menurut Staf Ahli Kemendikbud Prof. Dr. Kacung Marijan, Indonesia mengalami masalah pendidikan yang komplek. Selain angka putus sekolah, pendidikan di Indonesia juga menghadapi berbagai masalah lain, mulai dari buruknya infrastruktur hingga kurangnya mutu guru. Masalah utama pendidikan di Indonesia adalah kualitas guru yang masih rendah, kualitas kurikulum yang belum standar, dan kualitas infrastruktur yang belum memadai.
Dalam dunia pendidikan guru menduduki posisi tertinggi dalam hal penyampaian informasi dan pengembangan karakter mengingat guru melakukan interaksi langsung dengan peserta didik dalam pembelajaran di ruang kelas. Disinilah kualitas pendidikan terbentuk dimana kualitas pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru ditentukan oleh kualitas guru yang bersangkutan.
Secara umum, kualitas guru dan kompetensi guru di Indonesia masih belum sesuai dengan yang diharapkan. Dari sisi kualifikasi pendidikan, hingga saat ini dari 2,92 juta guru baru sekitar 51% yang berpendidikan S-1 atau lebih sedangkan sisanya belum berpendidikan S-1. Begitu juga dari persyaratan sertifikasi, hanya 2,06 juta guru atau sekitar 70,5% guru yang memenuhi syarat sertifikasi sedangkan 861.670 guru lainnya belum memenuhi syarat sertifikasi.
Dari segi penyebarannya, distribusi guru tidak merata. Kekurangan guru untuk sekolah di perkotaan, desa, dan daerah terpencil masing-masing adalah 21%, 37%, dan 66%. Sedangkan secara keseluruhan Indonesia kekurangan guru sebanyak 34%, sementara di banyak daerah terjadi kelebihan guru. Belum lagi pada tahun 2010-2015 ada sekitar 300.000 guru di semua jenjang pendidikan yang akan pensiun sehingga harus segera dicari pengganti untuk menjamin kelancaran proses belajar.
Dari segi penyebarannya, distribusi guru tidak merata. Kekurangan guru untuk sekolah di perkotaan, desa, dan daerah terpencil masing-masing adalah 21%, 37%, dan 66%. Sedangkan secara keseluruhan Indonesia kekurangan guru sebanyak 34%, sementara di banyak daerah terjadi kelebihan guru. Belum lagi pada tahun 2010-2015 ada sekitar 300.000 guru di semua jenjang pendidikan yang akan pensiun sehingga harus segera dicari pengganti untuk menjamin kelancaran proses belajar.
Kurikulum pendidikan di Indonesia juga menjadi masalah yang harus diperbaiki. Pasalnya kurikulum di Indonesia hampir setiap tahun mengalami perombakan dan belum adanya standar kurikulum yang digunakan. Tahun 2013 yang akan datang, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan akan melakukan perubahan kurikulum pendidikan nasional untuk menyeimbangkan aspek akademik dan karakter. Kurikulum pendidikan nasional yang baru akan selesai digodok pada Februari 2013 itu rencananya segera diterapkan setelah melewati uji publik beberapa bulan sebelumnya.
Mengingat sering adanya perubahan kurikulum pendidikan akan membuat proses belajar mengajar terganggu. Karena fokus pembelajaran yang dilakukan oleh guru akan berganti mengikuti adanya kurikulum yang baru. Terlebih jika inti kurikulum yang digunakan berbeda dengan kurikulum lama sehingga mengakibatkan penyesuaian proses pembelajaran yang cukup lama.
Kualitas Infrastruktur
Dari dulu hingga sekarang masalah infrastruktur pendidikan masih menjadi hantu bagi pendidikan di Indonesia. Hal ini dikarenakan masih banyaknya sekolah-sekolah yang belum menerima bantuan untuk perbaikan sedangkan proses perbaikan dan pembangunan sekolah yang rusak atau tidak layak dilakukan secara sporadis sehingga tidak kunjung selesai.
Berdasarkan data Kemendiknas, secara nasional saat ini Indonesia memiliki 899.016 ruang kelas SD namun sebanyak 293.098 (32,6%) dalam kondisi rusak. Sementara pada tingkat SMP, saat ini Indonesia memiliki 298.268 ruang kelas namun ruang kelas dalam kondisi rusak mencapai 125.320 (42%). Bila dilihat dari daerahnya, kelas rusak terbanyak di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebanyak 7.652, disusul Sulawesi Tengah 1.186, Lampung 911, Jawa Barat 23.415, Sulawesi Tenggara 2.776, Banten 4.696, Sulawesi Selatan 3.819, Papua Barat 576, Jawa Tengah 22.062, Jawa Timur 17.972, dan Sulawesi Barat 898.
Berdasarkan data Kemendiknas, secara nasional saat ini Indonesia memiliki 899.016 ruang kelas SD namun sebanyak 293.098 (32,6%) dalam kondisi rusak. Sementara pada tingkat SMP, saat ini Indonesia memiliki 298.268 ruang kelas namun ruang kelas dalam kondisi rusak mencapai 125.320 (42%). Bila dilihat dari daerahnya, kelas rusak terbanyak di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebanyak 7.652, disusul Sulawesi Tengah 1.186, Lampung 911, Jawa Barat 23.415, Sulawesi Tenggara 2.776, Banten 4.696, Sulawesi Selatan 3.819, Papua Barat 576, Jawa Tengah 22.062, Jawa Timur 17.972, dan Sulawesi Barat 898.
Solusi Pendidikan melalui Lembaga Perantara
Melihat begitu banyaknya masalah pendidikan di Indonesia maka dibutuhkan solusi tepat untuk mengatasinya. Solusi yang dapat membatu pemerintah untuk meringankan beban pendidikan di Indonesia.
Untuk membatu mengatasi masalah pendidikan dibutuhkan adanya lembaga yang membantu pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan, menjaring kerjasama untuk memperoleh dana pendidikan, dan menggalang dukungan untuk pendidikan yang lebih baik. Lembaga perantara tersebut bekerjasama dengan pemerintah, pihak swasta, dan kelompok masyarakat untuk bersama-sama memberbaiki kualitas pendidikan di Indonesia mengingat tanggung jawab pendidikan merupakan tanggung jawab bersama.
Untuk membatu mengatasi masalah pendidikan dibutuhkan adanya lembaga yang membantu pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan, menjaring kerjasama untuk memperoleh dana pendidikan, dan menggalang dukungan untuk pendidikan yang lebih baik. Lembaga perantara tersebut bekerjasama dengan pemerintah, pihak swasta, dan kelompok masyarakat untuk bersama-sama memberbaiki kualitas pendidikan di Indonesia mengingat tanggung jawab pendidikan merupakan tanggung jawab bersama.
Dalam meningkatkan mutu pendidikan, lembaga tersebut melakukan pendampingan kepada guru-guru di Indonesia dan pemberian apresiasi lebih kepada guru-guru kreatif. Pendampingan dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan profesionalitas, kreatifitas, dan kompetensi guru dengan model pendampingan berupa seminar, lokakarya, konsultasi, pelatihan dan praktek. Pendampingan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan yang didukung oleh pemerintah dan pihak terkait.
Lembaga tersebut juga memediasi masyarakat, pendidik, dan pihak terkait lainnya untuk menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah dalam memperbaiki kurikulum pendidikan. Diharapkan dengan adanya lembaga ini, ide-ide kreatif untuk memperbaiki kurikulum pendidikan dapat tertampung dan pemerintah dapat mempertimbangkan ide masyarakat untuk kebijakan yang dibuat.
Dalam meningkatkan kemampuan kepemimpinan guru, kepala sekolah, dan pengelola sekolah, lembaga tersebut melakukan pendampingan guna mewujutkan manajemen sekolah yang baik. Proses yang dilakukan berupa konsultasi, lokakarya, dan pelatihan ditunjukan kepada guru, staf dan pimpinan sekolah. Pihak manajemen sekolah diharapkan mampu membawa sekolah yang dipimpinnya untuk berkembang dan meraih prestasi yang diharapkan.
Lembaga perantara tersebut juga berperan membantu manajemen sekolah untuk mengembangkan kerjasama dengan instansi-instansi terkait guna memperoleh dana pengembangan infrastruktur sekolah.Tidak hanya itu, lembaga tersebut juga dapat menggalang dana dari sponsor untuk perbaikan bangunan sekolah yang hampir rusak di wilayah terpencil.
Dukungan masyarakan, lembaga sosial, dan lembaga pers memiliki fungsi dalam meningkatkan pemahaman pentingnya pendidikan melalui penyebaran informasi. Oleh karena itu, lembaga tersebut mempunyai tugas untuk meningkatkan dukungan tersebut dengan cara bekerja sama dengan pihak masyarakat, lembaga sosial, dan pers. Dengan demikian informasi seputar perbaikan mutu pendidikan di Indonesia dapat tersalurkan dengan mudah.
Lembaga tersebut juga memediasi masyarakat, pendidik, dan pihak terkait lainnya untuk menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah dalam memperbaiki kurikulum pendidikan. Diharapkan dengan adanya lembaga ini, ide-ide kreatif untuk memperbaiki kurikulum pendidikan dapat tertampung dan pemerintah dapat mempertimbangkan ide masyarakat untuk kebijakan yang dibuat.
Dalam meningkatkan kemampuan kepemimpinan guru, kepala sekolah, dan pengelola sekolah, lembaga tersebut melakukan pendampingan guna mewujutkan manajemen sekolah yang baik. Proses yang dilakukan berupa konsultasi, lokakarya, dan pelatihan ditunjukan kepada guru, staf dan pimpinan sekolah. Pihak manajemen sekolah diharapkan mampu membawa sekolah yang dipimpinnya untuk berkembang dan meraih prestasi yang diharapkan.
Lembaga perantara tersebut juga berperan membantu manajemen sekolah untuk mengembangkan kerjasama dengan instansi-instansi terkait guna memperoleh dana pengembangan infrastruktur sekolah.Tidak hanya itu, lembaga tersebut juga dapat menggalang dana dari sponsor untuk perbaikan bangunan sekolah yang hampir rusak di wilayah terpencil.
Dukungan masyarakan, lembaga sosial, dan lembaga pers memiliki fungsi dalam meningkatkan pemahaman pentingnya pendidikan melalui penyebaran informasi. Oleh karena itu, lembaga tersebut mempunyai tugas untuk meningkatkan dukungan tersebut dengan cara bekerja sama dengan pihak masyarakat, lembaga sosial, dan pers. Dengan demikian informasi seputar perbaikan mutu pendidikan di Indonesia dapat tersalurkan dengan mudah.
Masalah Ekonomi di Indonesia
Siapa sih yang tidak tahu bahwa negara kita, Indonesia ini adalah termasuk negara yang kaya? Terutama kaya akan sumber daya alam yang tidak dimiliki oleh negara lain. Tapi sayangnya pemanfaatan sumber daya alam Indonesia belum maksimal. Parahnya lagi adalah orang asing yang berhasil mengeruk kekayaan alam kita. Itu baru satu contoh permasalahan ekonomi Indonesia yang muncul kepermukaan. Tidak hanya itu, masih ada beberapa permasalahan lagi yang membuat ekonomi Indonesia agak lambat untuk berkembang.
Beberapa Masalah Ekonomi di Indonesia
1. Tingginya Jumlah Pengangguran.
Dari tahun ke tahun, masalah jumlah pengangguran di Indonesia kian bertambah. Belum ada solusi yang jitu untuk mengatasi tingginya angka pengangguran sampai saat ini. Pengadaan lapangan kerja saja dirasa tidak cukup untuk menekan angka pengangguran di negara kita.
2. Tingginya Biaya Produksi
Sudah menjadi rahasia umum di dunia industri di negara kita ini bahwa selain biaya produksi cukup tinggi belum lagi ditambah dengan biaya-biaya yang seharusnya tidak perlu dikeluarkan. Namun karena faktor keamanan di negara kita masih sangat minim dan ketidakmampuan pemerintah untuk mendukung dan melindungi sektor industri, akibatnya terdapat banyak pungutan-pungutan liar yang bahkan akhir-akhir ini dilakukan dengan terang-terangan.
Hal ini yang juga akhirnya menjadikan biaya produksi semakin meningkat. Parahnya lagi, belum ada solusi pasti untuk masalah ini. Bahkan beberapa industri yang dinilai cukup bagus akhirnya bangkrut dan lebih memilih untuk beralih menjadi importir yang hanya cukup menyediakan gudang dan beberapa pekerja saja dibanding dengan mendirikan sebuah industri baru. Ini harus menjadi perhatian khusus pemerintah untuk mengatasi masalah ini dan masalah ekonomi di indonesia lainnya.
Dari tahun ke tahun, masalah jumlah pengangguran di Indonesia kian bertambah. Belum ada solusi yang jitu untuk mengatasi tingginya angka pengangguran sampai saat ini. Pengadaan lapangan kerja saja dirasa tidak cukup untuk menekan angka pengangguran di negara kita.
2. Tingginya Biaya Produksi
Sudah menjadi rahasia umum di dunia industri di negara kita ini bahwa selain biaya produksi cukup tinggi belum lagi ditambah dengan biaya-biaya yang seharusnya tidak perlu dikeluarkan. Namun karena faktor keamanan di negara kita masih sangat minim dan ketidakmampuan pemerintah untuk mendukung dan melindungi sektor industri, akibatnya terdapat banyak pungutan-pungutan liar yang bahkan akhir-akhir ini dilakukan dengan terang-terangan.
Hal ini yang juga akhirnya menjadikan biaya produksi semakin meningkat. Parahnya lagi, belum ada solusi pasti untuk masalah ini. Bahkan beberapa industri yang dinilai cukup bagus akhirnya bangkrut dan lebih memilih untuk beralih menjadi importir yang hanya cukup menyediakan gudang dan beberapa pekerja saja dibanding dengan mendirikan sebuah industri baru. Ini harus menjadi perhatian khusus pemerintah untuk mengatasi masalah ini dan masalah ekonomi di indonesia lainnya.
Masalah Ekonomi di Indonesia Lainnya :
3. Keputusan Pemerintah Yang Kurang Tepat
Kita semua tahu bahwa beberapa tahun belakangan ini sangat marak sekali peredaran barang-barang dari China di negara kita, bukan? Nah, penyebabnya adalah keputusan pemerintah dalam hal regulasi ekonomi yang dirasa kurang tepat jika dilihat dari kondisi perekomomian Indonesia.
Di saat itu pemerintah memutuskan untuk bergabung dalam ASEAN–China Free Trade Area (ACFTA). Akhirnya terjadilah seperti yang kita rasakan sekarang ini. Produk lokal nyaris kalah dengan produk yang berasal dari China.
4. Bahan Kebutuhan Pokok Masih Langka
Langkanya bahan kebutuhan pokok adalah salah satu masalah serius yang menimpa kondisi ekonomi indonesia. Masalah ini akan sangat terasa sekali di saat menjelang perayaan hari-hari besar seperti hari raya idul fitri, natal, dan hari-hari besar lainnya.
Meskipun pemerintah terkadang melakukan razia pasar untuk terjun langsung melihat penyebab langkanya bahan kebutuhan pokok, namun tindakan ini dirasa masih jauh dari menyelesaikan masalah langkanya kebutuhan pokok itu sendiri.
5. Suku Buka Perbankan Terlalu Tinggi
Perlu anda ketahui bahwa salah satu indikator untuk menentukan baik atau tidaknya kondisi perekonomian di suatu negara adalah suku bunga. Semakin tinggi atau semakin rendahnya suku bunga perbankan di suatu negara, maka akan berpengaruh besar terhadap kondisi ekonomi di negara tersebut. Nah, untuk suku bunga perbankan di Indonesia masih dinilai terlalu tinggi sehingga masih perlu perhatian lebih dari pemerintah untuk mengatasi masalah ini.
6. Nilai Inflasi Semakin Tinggi
Selain suku bunga perbankan, satu hal lagi yang juga mempengaruhi kondisi ekonomi di suatu negara adalah nilai inflasi. Di Indonesia, nilai inflasi dinilai nyaris cukup sensitif. Bahkan hanya gara-gara harga sembako dipasaran tinggi, maka nilai inflasi juga terpengaruh. Akibat dari tingginya nilai inflasi di negara kita ini, maka akan bermunculan masalah-masalah ekonomi Indonesia yang lain.
Kita semua tahu bahwa beberapa tahun belakangan ini sangat marak sekali peredaran barang-barang dari China di negara kita, bukan? Nah, penyebabnya adalah keputusan pemerintah dalam hal regulasi ekonomi yang dirasa kurang tepat jika dilihat dari kondisi perekomomian Indonesia.
Di saat itu pemerintah memutuskan untuk bergabung dalam ASEAN–China Free Trade Area (ACFTA). Akhirnya terjadilah seperti yang kita rasakan sekarang ini. Produk lokal nyaris kalah dengan produk yang berasal dari China.
4. Bahan Kebutuhan Pokok Masih Langka
Langkanya bahan kebutuhan pokok adalah salah satu masalah serius yang menimpa kondisi ekonomi indonesia. Masalah ini akan sangat terasa sekali di saat menjelang perayaan hari-hari besar seperti hari raya idul fitri, natal, dan hari-hari besar lainnya.
Meskipun pemerintah terkadang melakukan razia pasar untuk terjun langsung melihat penyebab langkanya bahan kebutuhan pokok, namun tindakan ini dirasa masih jauh dari menyelesaikan masalah langkanya kebutuhan pokok itu sendiri.
5. Suku Buka Perbankan Terlalu Tinggi
Perlu anda ketahui bahwa salah satu indikator untuk menentukan baik atau tidaknya kondisi perekonomian di suatu negara adalah suku bunga. Semakin tinggi atau semakin rendahnya suku bunga perbankan di suatu negara, maka akan berpengaruh besar terhadap kondisi ekonomi di negara tersebut. Nah, untuk suku bunga perbankan di Indonesia masih dinilai terlalu tinggi sehingga masih perlu perhatian lebih dari pemerintah untuk mengatasi masalah ini.
6. Nilai Inflasi Semakin Tinggi
Selain suku bunga perbankan, satu hal lagi yang juga mempengaruhi kondisi ekonomi di suatu negara adalah nilai inflasi. Di Indonesia, nilai inflasi dinilai nyaris cukup sensitif. Bahkan hanya gara-gara harga sembako dipasaran tinggi, maka nilai inflasi juga terpengaruh. Akibat dari tingginya nilai inflasi di negara kita ini, maka akan bermunculan masalah-masalah ekonomi Indonesia yang lain.
Masalah utama pembisnis teknologi
Banyak ungkapan dan statistik yang dilontarkan saat investor global membicarakan potensi startup teknologi di Indonesia. Seringkali mereka terpukau dengan tingkat pertumbuhan ekonomi sebanyak enam persen beberapa tahun terakhir, atau dengan banyaknya populasi yang mencapai 250 juta; lebih dari separuhnya berusia produktif di bawah 29 tahun, juga demografi menunjukkan kenaikkan adopsi produk teknologi dan perilaku konsumtif naik ke level baru dalam kurun waktu kurang dari satu dekade. Angka-angka tersebut memang sangat menggiurkan. Namun VC dan angel investor yang telah lama bermain di Indonesia mengungkapkan cerita berbeda – negara kepulauan ini merupakan pasar menggiurkan, namun bisa sangat sulit dipahami dan juga menjemukan. Banyak startup gagal mencoba peruntungan di negara ini. Bukan karena ide, eksekusi, atau founder yang buruk, melainkan karena negara memiliki beberapa tantangan pasar yang sangat unik.
Founder harus berpikir tentang perbedaan budaya, tingkat pendidikan yang berbeda-beda sehingga menciptakan banyak segmen masyarakat, infrastruktur lokal yang tidak dapat diandalkan, dan tingkat kepercayaan pada bisnis e-commerce yang masih di bawah rata-rata (meskipun komunitas startup besar percaya masalah ini pelan-pelan hilang). Berikut lima tantangan unik bagi investor sebelum memulai langkah bisnis baru di Jakarta yang penuh tantangan menggiurkan:
Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan teknologi merupakan salah satu aspek yang sangat berpengaruh dalam perkembangan situasi dunia. Dan tidak dapat ditampik kenyataan bahwa Negara Indonesia merupakan salah satu negara yang masih terbelakang dalam peran sertanya terhadap kemajuan teknologi dunia, sejalan dengan posisi Negara Indonesia yang masih sebagai negara berkembang. Sehingga mau tidak mau, teknologi juga memberi pengaruh dalam upaya Kita mempertahankan kedaulatan Negara Indonesia dan UUD 1945 sebagai Konstitusi Negara Indonesia, mengingat kendali perkembangan teknologi dunia saat ini bukan berasal dari negara kita.
Memang tidak salah jika dikatakan bahwa menjadi warga negara di suatu negara maju biasanya dapat memperoleh kesejahteraan yang lebih baik daripada menjadi warga negara di suatu negara berkembang. Namun hidup di negara sendiri sebagai warga negara di negara kelahiran bagi seseorang, dalam pertimbangan secara global, akan selalu menjadi lebih baik daripada hidup di negara maju namun hanya sebagai imigran. Tentu akan ada perlakuan khusus bagi imigran.
Pada dasarnya wawasan yang perlu kita tanamkan pada setiap Warga Negara Indonesia memang bukanlah keindahan apa saja yang dimiliki Negara Indonesia, berbagai kebudayaan dan tradisi yang dimiliki masing-masing wilayah di Indonesia, namun rasa cinta terhadap Negara Indonesia-lah yang harus terus dipupuk dalam benak setiap diri Warga Negara Indonesia. Selain itu dengan adanya pengembangan dan produksi teknologi-teknologi buah tangan kita sendiri, kita dapat memberikan langkah nyata dalam upaya menjadikan Indonesia menjadi tempat tinggal terbaik bagi warga negaranya. Tentu dengan didukung pembinaan wawasan kebangsaan seperti yang telah penyusun uraikan di atas, usaha pengembangan teknologi dan kesejahteraan bangsa menjadi lebih mudah.
Menurut penyusun, pemberian wawasan kebangsaan untuk seluruh Warga Negara Indonesia juga dapat menjadi solusi awal untuk masalah ini. Selain itu anggapan bahwa teknologi itu canggih dan modern memang tidak dapat dipungkiri meski sangat tidak tepat jika dikatakan tradisi dan kebudayaan merupakan hal yang kuno dan ketinggalan zaman. Berdasarkan kenyataan tersebut, maka akan menjadi solusi yang sangat baik ketika kita dapat menyatukan teknologi dengan tradisi dan kebudayaan. Sehingga akan menghasilkan teknologi yang modern dan canggih dari sifat yang diturunkan oleh teknologi dan sifat dapat terus bertahan serta melekat di hati Bangsa Indonesia dari sifat yang diturunkan oleh tradisi dan kebudayaan. Sebagai contoh nyata dari teknologi-teknologi tersebut adalah mesin batik yang dapat menghasilkan motif batik pada kain dengan kualitas batik tradisional, aplikasi resep masakan tradisional dengan menyertakan fasilitas pemesanan masakan siap saji secara online, aplikasi referensi tempat wisata, museum online, aplikasi kamus bahasa daerah, film-film animasi perjuangan dan cerita rakyat, aplikasi game yang dibuat berdasarkan permainan-permainan tradisional, aplikasi studio musik gamelan dan berbagai alat musik daerah, dan lain-lain.
Founder harus berpikir tentang perbedaan budaya, tingkat pendidikan yang berbeda-beda sehingga menciptakan banyak segmen masyarakat, infrastruktur lokal yang tidak dapat diandalkan, dan tingkat kepercayaan pada bisnis e-commerce yang masih di bawah rata-rata (meskipun komunitas startup besar percaya masalah ini pelan-pelan hilang). Berikut lima tantangan unik bagi investor sebelum memulai langkah bisnis baru di Jakarta yang penuh tantangan menggiurkan:
Masalah dan Solusi Teknologi perkembangan di Indonesia
Salam Kreatif Sobat Kreatif Indonesia! Hmmm, mungkin tidak seperti biasanya, kali ini penulis mengajak Sobat Kreatif untuk berdiskusi tentang hal sedikit serius. Lho kok bisa? Ya, iya dong! Ini tentang Indonesia, tentang tanah air tercinta kita. Tapi tidak masalah. Justru semoga saja setelah sedikit berbagi opini di sini, dapat meningkatkan rasa cinta dan semangat perjuangan untuk Tanah Air Indonesia Tercinta yang lebih baik. Lho, bagaimana? Mungkin kita bukan presiden atau wakil rakyat. Namun memang beginilah, setidaknya kita melakukan apa saja yang kita bisa untuk turut berperan serta dalam upaya pertahanan kedaulatan bangsa dan negara kita. Sebelum dilanjutkan, perlu penulis tekankan lagi bahwa ini adalah ajang berbagi opini, dan tulisan ini adalah berdasarkan sudut pandang yang diambil oleh penulis.Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan teknologi merupakan salah satu aspek yang sangat berpengaruh dalam perkembangan situasi dunia. Dan tidak dapat ditampik kenyataan bahwa Negara Indonesia merupakan salah satu negara yang masih terbelakang dalam peran sertanya terhadap kemajuan teknologi dunia, sejalan dengan posisi Negara Indonesia yang masih sebagai negara berkembang. Sehingga mau tidak mau, teknologi juga memberi pengaruh dalam upaya Kita mempertahankan kedaulatan Negara Indonesia dan UUD 1945 sebagai Konstitusi Negara Indonesia, mengingat kendali perkembangan teknologi dunia saat ini bukan berasal dari negara kita.
Berikut di bawah ini merupakan beberapa masalah yang dapat ditimbulkan karena pengaruh perkembangan teknologi dunia terhadap upaya kita dalam mempertahankan Kedaulatan Negara Indonesia.
- Timbulnya anggapan bahwa hidup di luar negeri selalu serba lebih nyaman, canggih, modern, dan menyenangkan.
- Berkurangnya motivasi warga Indonesia untuk mempelajari dan melestarikan tradisi dan budaya Negara Indonesia karena dianggap kuno, ketinggalan zaman, dan tidak menyenangkan dibandingkan teknologi seperti internet, telepon genggam, dan lain-lain yang seolah berkesan lebih modern, canggih, dan menyenangkan.
- Lahirnya anggapan bahwa tenaga kerja di bidang Teknologi Informasi di Indonesia tidak dihargai dengan baik.
- Menurunnya minat warga Indonesia untuk membeli dan menggunakan produk Indonesia.
Solusi
Berikut di bawah ini penyusun rangkumkan beberapa solusi yang mungkin untuk dilakukan untuk mengatasi berbagai masalah yang ditimbulkan dari dampak teknologi terhadap upaya pertahanan kedaulatan Negara Indonesia.
- Anggapan Hidup di Luar Negeri Selalu Lebih Menyenangkan
Memang tidak salah jika dikatakan bahwa menjadi warga negara di suatu negara maju biasanya dapat memperoleh kesejahteraan yang lebih baik daripada menjadi warga negara di suatu negara berkembang. Namun hidup di negara sendiri sebagai warga negara di negara kelahiran bagi seseorang, dalam pertimbangan secara global, akan selalu menjadi lebih baik daripada hidup di negara maju namun hanya sebagai imigran. Tentu akan ada perlakuan khusus bagi imigran.
Bagi penyusun, solusi terbaik untuk masalah ini adalah dengan memberikan wawasan kepada setiap Warga Negara Indonesia mengenai betapa beruntungnya dapat menjadi Warga Negara Indonesia, negara yang memiliki kekayaan alam, budaya, dan beragam potensi lainnya yang tidak ada habisnya. Wawasan mengenai hal-hal tersebut kebanyakan masih dapat dijumpai sebagai pendidikan bagi anak-anak di bangku Sekolah Dasar, baik sebagai mata pelajaran di sekolah, berupa film-film kartun pembinaan generasi penerus bangsa, dan lain-lain. Namun ironisnya, pemberian wawasan-wawasan seperti itu sangat jarang dijumpai disajikan dalam bentuk tertentu sebagai pembinaan warga negara yang berusia remaja maupun dewasa.
Kebanyakan hal-hal yang menjadi topik utama dalam penyampaian berita baik di media cetak maupun elektronik, seringkali mengedepankan kesimpulan bahwa Negara Indonesia sedang mengalami banyak masalah, kesejahteraan penduduk menurun, tingkat kriminalitas terus meningkat, dan lain-lain. Betapa bermasalahnya Negara Indonesia ini kita berpatok pada berita dan informasi yang setiap hari Kita terima melalui media cetak maupun elektronik. Apakah sudah tidak ada hal yang patut dibanggakan dengan menjadi bagian dari Negara Indonesia? Meski berita-berita tersebut sama sekali tidak ada salahnya bahwa Indonesia sedang memiliki masalah-masalah tersebut, namun tentu negara kita juga memiliki nilai-nilai yang tidak terbatas untuk dibanggakan, juga kemajuan serta pencapaian yang terus diraih dalam perkembangannya. Hanya saja nilai-nilai penumbuh kebanggaan tersebut seringkali luput dari perhatian kita.
Pada dasarnya wawasan yang perlu kita tanamkan pada setiap Warga Negara Indonesia memang bukanlah keindahan apa saja yang dimiliki Negara Indonesia, berbagai kebudayaan dan tradisi yang dimiliki masing-masing wilayah di Indonesia, namun rasa cinta terhadap Negara Indonesia-lah yang harus terus dipupuk dalam benak setiap diri Warga Negara Indonesia. Selain itu dengan adanya pengembangan dan produksi teknologi-teknologi buah tangan kita sendiri, kita dapat memberikan langkah nyata dalam upaya menjadikan Indonesia menjadi tempat tinggal terbaik bagi warga negaranya. Tentu dengan didukung pembinaan wawasan kebangsaan seperti yang telah penyusun uraikan di atas, usaha pengembangan teknologi dan kesejahteraan bangsa menjadi lebih mudah.
- Berkurangnya Motivasi dalam Pelestarian Budaya dan Tradisi Bangsa
Masalah ini memang sangat berkaitan erat dengan aspek budaya yang telah penyusun uraikan dalam bagian lain dari tulisan ini, namun mau tidak mau perkembangan teknologi telah turut memberikan dampak dari munculnya masalah ini. Berkaitan dengan masalah yang ditimbulkan bahwa menebalnya anggapan teknologi itu modern dan canggih sedangkan tradisi dan budaya itu kuno dan ketinggalan zaman, sebetulnya hal tersebut merupakan perbandingan yang salah besar. Keberadaan tradisi dan budaya bangsa memang telah dimulai sejak beribu-ribu tahun sebelum kelahiran kita, namun hal tersebut bukanlah alasan yang tepat untuk menganggapnya sebagai hal yang kuno dan ketinggalan zaman. Yang perlu kita ingat adalah tradisi dan kebudayaan bangsa itulah yang menjadi alasan kita disebut Bangsa Indonesia, itulah yang membuat kita berbeda dari negara lain manapun di dunia.
Menurut penyusun, pemberian wawasan kebangsaan untuk seluruh Warga Negara Indonesia juga dapat menjadi solusi awal untuk masalah ini. Selain itu anggapan bahwa teknologi itu canggih dan modern memang tidak dapat dipungkiri meski sangat tidak tepat jika dikatakan tradisi dan kebudayaan merupakan hal yang kuno dan ketinggalan zaman. Berdasarkan kenyataan tersebut, maka akan menjadi solusi yang sangat baik ketika kita dapat menyatukan teknologi dengan tradisi dan kebudayaan. Sehingga akan menghasilkan teknologi yang modern dan canggih dari sifat yang diturunkan oleh teknologi dan sifat dapat terus bertahan serta melekat di hati Bangsa Indonesia dari sifat yang diturunkan oleh tradisi dan kebudayaan. Sebagai contoh nyata dari teknologi-teknologi tersebut adalah mesin batik yang dapat menghasilkan motif batik pada kain dengan kualitas batik tradisional, aplikasi resep masakan tradisional dengan menyertakan fasilitas pemesanan masakan siap saji secara online, aplikasi referensi tempat wisata, museum online, aplikasi kamus bahasa daerah, film-film animasi perjuangan dan cerita rakyat, aplikasi game yang dibuat berdasarkan permainan-permainan tradisional, aplikasi studio musik gamelan dan berbagai alat musik daerah, dan lain-lain.
- Tenaga Kerja di Bidang Teknologi Informasi di Indonesia tidak Dihargai dengan Baik
Tidak dapat dipungkiri memang umumnya gaji tenaga kerja di negara maju lebih tinggi dibandingkan tenaga kerja di Indonesia, khususnya di bidang Teknologi Informasi yang berperan sangat penting dalam pertumbuhan negara maju. Namun hal itu bukan berarti tenaga kerja di bidang Teknologi Informasi di Indonesia tidak dihargai. Itu semua adalah karena kondisi yang telah ada bahwa aspek teknologi belum menjadi salah satu faktor utama dalam perkembangan Bangsa Indonesia, meski kita sama-sama tahu bahwa sebetulnya teknologi adalah salah satu faktor terpenting. Kita sudah menghargai hasil jerih payah tenaga kerja di bidang Teknologi Informasi dengan penghargaan terbaik sesuai kondisi yang ada di negara kita. Meski penghargaan tersebut tidak sama dengan penghargaan negara maju yang diberikan kepada tenaga kerjanya, namun hal itu sudah sama-sama penghargaan terbaik.
Sebagai contoh nyata, mungkin sebagai pemrogram perangkat lunak, salah satu kelompok tenaga kerja di bidang Teknologi Informasi, kita menuntut memperoleh penghasilan 8 juta rupiah untuk setiap proyek yang kurang lebih menghabiskan waktu 1 bulan untuk pengerjaannya. Namun ternyata total harga dari pengerjaan proyek tersebut yang diterima perusahaan hanya 20 juta rupiah, yang mana melibatkan seorang analis sistem, 3 orang pemrogram perangkat lunak, seorang desainer, dan tentunya beberapa bagian lain yang terkait dengan proses pengadaan dan pengerjaan proyek tersebut. Tentu saja dengan sekian tenaga kerja yang terlibat, harapan seorang programmer untuk memperoleh gaji 8 juta dari hasil pengerjaan proyek tersebut tidak mungkin dicapai. Kondisi seperti ini dapat terjadi karena harga standar perangkat lunak buatan Indonesia yang cukup rendah, lebih banyaknya calon tenaga kerja yang berlatar belakang pendidikan Teknologi Informasi dibandingkan lapangan pekerjaan yang tersedia yang mengarah pada pengembangan Teknologi Informasi, dan perlakuan penduduk Indonesia terhadap teknologi yang jauh lebih besar hanya untuk dipakai bukan untuk diciptakan dan dikembangkan.
Salah satu solusi terbaik adalah dengan mengembangkan produksi di bidang Teknologi Informasi. Sebetulnya Indonesia memiliki prospek yang sangat baik di bidang teknologi. Indonesia merupakan pasar yang sangat berpotensi bagi produk-produk teknologi dunia. Hanya saja kita belum dapat banyak melakukan upaya untuk produksi perangkat-perangkat teknologi tersebut. Terlebih kondisi pasar Indonesia di bidang teknologi telah dikuasai oleh produk-produk dari luar yang seolah tidak ada habisnya. Karena itulah sebagian orang-orang Indonesia yang berpotensi tinggi di bidang teknologi memilih untuk mengikuti arus yang sudah ada karena merasa harapan untuk dapat bersaing dengan merek-merek terkemuka di dunia sangat kecil. Namun pada dasarnya satu hal yang harus selalu kita ingat, kita melakukan ini bukan untuk semata-mata mengejar untung dan kekayaan, kita melakukan ini untuk negara kita tercinta, Negara Indonesia. Jadi seharusnya tidak perlu ragu melakukannya, cukup lakukan saja yang terbaik. Kenyataannya banyak sebagian dari kita yang ternyata berhasil menjadi pengembang-pengembang terbaik dari produk-produk yang kita kenal sebagai produk buatan luar negeri.
- Sedikitnya Minat Warga Indonesia untuk Membeli dan Menggunakan Produk Indonesia
Masalah ini terkait erat dengan masalah yang telah penulis uraikan sebelumnya. Masalah inilah yang menjadi salah satu momok bagi pejuang bangsa yang bergerak di bidang teknologi untuk memulai persaingannya dengan produk-produk dari luar negeri yang terus membanjir. Masalah ini sepertinya sudah lama disadari oleh pemerintah sehingga sudah sejak lama KEMENRISTEK melucurkan program yang kita kenal sebagai “I Love Produk Indonesia”. Berdasarkan hasil dari produk-produk Indonesia yang sudah beredar di pasar, sepertinya program ini cukup berhasil dan sudah dapat mendominasi pasar dengan cukup baik. Hanya saja, produk-produk tersebut kebanyakan masih terbatas pada perangkat teknologi rumah tangga. Kita masih memerlukan lebih banyak produk-produk Indonesia yang dapat turut bersaing, terutama di bidang Teknologi Informasi, mengingat betapa pesat perkembangannya.
Mungkin kita dapat menghindari kenyataan akan kondisi saat ini bahwa mesin pencari terbaik di Internet adalah Google, situs jejaring sosial paling terkemuka di dunia adalah Facebook dan Twitter, sistem operasi yang paling banyak digunakan di dunia adalah Windows, Macintosh, dan Linux. Kemudian merek-merek perangkat telepon genggam yang kebanyakan kita gunakan adalah Nokia, Samsung, BlackBerry, dan lain-lain. Selain itu juga banyak nama-nama terkemuka di bidang teknologi informasi seperti Asus, HP, Dell, IBM, Intel, AMD, dan lain-lain yang kesemuanya bukan berasal dari Indonesia. Meski begitu, ternyata mereka cukup sukses melebarkan cakupan pemasaran produknya di Indonesia.
Seperti yang telah penyusun uraikan sebelumnya, solusi terbaik untuk masalah ini adalah dengan mengembangkan produk-produk dalam negeri untuk turut bersaing di bidang teknologi. Namun bagaimana mungkin kita mengalahkan nama-nama yang telah besar dan sukses di kalangan dunia tersebut, bahkan sampai turut menguasai pasar di Indonesia. Satu hal yang perlu diingat, kita memang berusaha untuk turut terjun dalam kancah pengembangan dan produksi teknologi, namun satu-satunya tujuan utama kita adalah untuk membuat Indonesia menjadi lebih baik, jadi tidak perlu kuatir. Dan fakta yang ada mengatakan bahwa produk-produk tersebut dapat mendunia karena sebelumnya mereka telah memperoleh penilaian yang cukup baik dari negaranya sendiri.
Salah satu langkah nyata yang dapat dilakukan adalah dengan mengembangkan produk-produk di bidang teknologi yang khas dengan Indonesia dan dapat menarik minat penduduk Indonesia karena kemudahan dan fasilitas yang ditawarkan tidak dapat diperolah dari produk lain yang berasal dari luar negeri. Memang cukup berat untuk langsung memilih untuk memulai bersaing di pasar dunia dengan target saingan seperti Google, Facebook, Twitter, Windows, dan lain-lain. Namun dengan menawarkan layanan yang khas Indonesia, tentunya bukan tidak mungkin untuk terlebih dahulu berusaha mendominasi pasar Indonesia, terlebih tujuan utama kita adalah untuk memajukan Negara Indonesia. Berikut di bawah ini adalah beberapa produk di bidang teknologi yang telah cukup berhasil dengan menawarkan layanan tersebut.
- Kompas Online, Detik.com, dan beberapa website berita lainnya. Sebelum website-website berita ini ada, website portal seperti Yahoo Indonesia dan MSN Indonesia cukup digemari pengakses internet yang berasal dari Indonesia.
- SMADAV, PC Media AntiVirus, dan beberapa aplikasi anti virus Indonesia. Anti virus ini menjadi populer karena kemampuannya membasmi virus-virus komputer lokal yang belum dapat ditangani oleh kebanyakan anti virus nonlokal.
- TokoBagus, Berniaga.com, dan beberapa website toko online lainnya. Sebelum website-website ini populer, jual beli online kurang diminati oleh kebanyakan warga Indonesia.
- Kaskus, dan beberapa website forum lainnya. Meskipun sudah ada Facebook dan Twitter, dalam beberapa kondisi situs-situs forum ini tetap saja tidak dapat tergantikan bagi warga Indonesia.
Produk-produk tersebut hanyalah beberapa contoh yang telah cukup berhasil karena menunjukkan ciri khas Indonesia. Masih banyak hal yang dapat dilakukan. Sebagaimana beberapa contoh produk teknologi yang telah penyusun sampaikan dalam masalah sebelumnya yang berkaitan dengan kebudayaan, seperti aplikasi resep masakan tradisional dengan menyertakan fasilitas pemesanan masakan siap saji secara online, aplikasi referensi tempat wisata, aplikasi museum online, aplikasi kamus bahasa daerah, film-film animasi perjuangan dan cerita rakyat, aplikasi permainan yang dibuat berdasarkan permainan-permainan tradisional, aplikasi studio musik gamelan dan berbagai alat musik daerah, masih banyak potensi besar yang dapat kita lakukan di bidang teknologi untuk Indonesia yang lebih baik. Lebih lagi, produk-produk tersebut tentu juga memiliki kesempatan memperoleh kejayaan di dunia, mengingat produk tersebut telah menjadi populer dan yang terbaik di Indonesia. Sebagai contoh, dalam aplikasi permainan yang dibuat berdasarkan permainan-permainan tradisional Indonesia, bisa jadi orang-orang dari negara-negara lain juga cukup dapat menikmati permainan tersebut. Begitu pula dengan aplikasi dan perangkat teknologi lainnya, hal yang sama juga dapat terjadi.
MASALAH
POLITIK DI INDONESIA
KEBIJAKAN
PUBLIK DAN GAGAL PASAR POLITIK
Secara
empiris, kebebasan dan demokrasi di berbagai negara terbukti efektif mencegah
kelaparan dan bencana ekonomi. Kenyataan menunjukan, negara yang menghambat dan
demokrasi – dengan sedikit pengecualian- telah gagal memainkan peran itu.
Itulah salah satu point yang disampaikan
Amartya Sen dalam buku Development as
Freedom.Sen menambahkan, adanya kaitan positif yang erat antara kebebasan
dan pembangunan, terutama karena kebebasan dan demokrasi menyediakan ruang
untuk koreksi kritisi dan evaluasi terhadap kebijakan pemerintah.
Sebuah tesis yang untuk sementara tidak
terwujud di Indonesia. Demokrasi dan kebebasan di Indonesia belum mampu
menghasilkan kebijakan publik yang lebih terarah, transparan, dan akuntabel.
Lebih jauh lagi, lembaga-lembaga yang merupakan output demokrasi, seperti
partai politik(parpol, DPR, dan DPRD) malah jadi sumber persoalan kebijakan
publik.
Gagal
Pasar Politik
Dengan melihat demokrasi sebagai “pasar
politik”, tesis Sen hanya terwujud jika pasar politik berfungsi sepenuhnya.
Pada pasar politik inilah terjadi transaksi politik legal. Suara masyarakat
pemilih (voters) diberikan kepada kandidat-legisator maupun eksekutif- guna
memperoleh kebijakan politik yang diinginkan. Jika masyarakat pemilih tidak
puas dengan kebijakan publik dari pemegang kekuasaan, mereka mengalihkan
pilihannya ke kandidat lain.
Dalam mekanisme pasar politik, kandidat dan
parpol sebagai produsen kebijakan publik berusaha memberikan yang terbaik bagi
masyarakat pemilih. Tujuannya, agar mereka dapat meraih dan mempertahankan
kekuasaan politik. Maka, kepentingan kandidat dan parpol akan selalu sinkron
dengan kepentingan masyarakat pemilih. Ini sejalan dengan teori Invisible hand dalam pasar yang
dikemukakan Smith(1776).
Yang luput dari pengamatan-seperti pasar
umumnya- pasar politik tak selalu bekerja sempurna. Disini dapat terjadi gagal
pasar politik (political market failure).
Inilah yang menjelaskan kegagalan demokrasi di Indonesia dalam melahirkan
kebijakan publik sesuai ekpektasi.
Sekian dan terima kasih telah membaca blog saya ini
---------------------------------------------Semoga Bermanfaat---------------------------------------------





Tidak ada komentar:
Posting Komentar